TATALAKSANA DIET PADA DIABETES MELLITUS Diabetes mellitus (DM) adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan hormone insulin secara absolute atau relative. Hormone insulin adalah hormone yang diproduksi pancreas yaitu sel- sel beta yang membuat sel dapat memetabolisme dan menyimpan glukosa sebagai sumber energy (bahan […]
Author: Gratia FSE
SEJARAH SINGKAT Pada tanggal 9 Juni 1959 berdiri Sekolah Pengatur Rawat A (SPRA) di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan berhubung karena adanya kebutuhan tenaga perawat pada saat itu maka Yayasan Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan membuka SPRA berlokasi di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Demikian juga akan tenaga bidan, maka pada tanggal 25 Maret 1969 dibuka
Sejarah Singkat Cikal bakal RS St. Elisabeth Sei Lekop adalah kehadiran para suster FSE lebih dari 34 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 4 Januari 1984 di Blok II Lubuk Baja Batam, atas undangan almarhum P. Reichenbach, SSCC sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Pangkalpinang untuk ikut ambil bagian dalam perutusan Gereja di Pulau Batam. Beberapa tahun kemudian,
Perayaan Syukur Misa 96 tahun FSE hadir di Indonesia dan Pengikraran Kaul Kekal, dipimpin oleh RP. Romualdus Nairun, CMF. Perayaan begitu hikmat dan berjalan dengan lancar dan damai. Dalam Homilinya Pastor Romi menyampaikan bahwa setelah kaul kekal harus semakin tekun berdoa dan semakin rajin berbuat baik. Ke empat para suster yang berkaul kekal: Sr.M. Desideria Habeahan
Perayaan 96 Tahun FSE di Indonesia dan Kaul KekalRead More »
Sejarah Singkat Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam Kota diresmikan sebagai Rumah Sakit Umum Tipe C pada tanggal 17 November 2015 oleh PLT Gubernur Kepulauan Riau dengan status berada di bawah kepemilikan Konggregasi Fransiskanes Santa Elisabeth (FSE) yang dalam pengelolaannya dibawah PT. Harapan Abadi Kencana (sebagai Representasi Pemilik) dengan ijin operasional yang dikeluarkan oleh pemerintah kota
Sejarah Singkat Pada tahun 1990, Pimpinan Kongregasi Fransiskanes Santa Elisabeth (FSE) membentuk Yayasan di Batam dan statusnya berada sebagai cabang Yayasan Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan, dengan nama “ Yayasan Rumah Sakit Santa Elisabeth Cabang Batam” untuk mengelola Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam. Namun pada tanggal 17 November 2001 hanya memperoleh ijin Rumah Sakit Ibu
I. Cikal Bakal Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 1922 Mgr. Mathias Brans, pemimpin misi OFMCap, ingin mengembangkan misi Katolik di Sumatera, khususnya dibidang pelayanan kesehatan. Untuk mewujudkan rencana tersebut, beliau meminta tenaga dari Belanda melalui Mgr. Petrus Hopmans, yang akhirnya memilih Kongregasi FSE di Breda. Pada awalnya para suster ini diundang untuk membantu melayani
Selayang Pandang Sekolah Khusus Santo Fransiskus Assisi Balik Papan Sejarah Berdiri Mgr. Florentinus Sului Hajang Hau, MSF adalah seorang Uskup Keuskupan Agung Samarinda sampai pada tahun 2013 (meninggal tanggal 18 Juli 2013 (umur 64) Jakarta, Indonesia) yang juga disebut sebagai pelopor sekaligus inspirator berdirinya Sekolah Khusus santo Fransiskus Assisi yang dikenal dengan SKH. Pada mulanya
Renungan Rekoleksi Bulan September 2021 Komunitas Santa Elisabeth Luk 12:22-34; Pkh 3:1-5; AngTBul 2:1-12 Manusia mempunyai kecenderungan untuk berpikir tentang hidup di masa yang akan datang yang belum diketahui. Banyak harapan dan rencana – rencana yang diprogramkan untuk mempersiapakannya. Dengan sikap optimis dan kegembiraan yang diwujudkan lewat usaha dan kemampuan yang dimilikinya. Namun tidak jarang
Kongregasi Fransiskanes Santa Elisabeth (FSE) yang didirikan di negeri Belanda, 1 Agustus 1880 oleh Sr. Mathilda Leenders, genap berusia 141 tahun. “Ketika Aku sakit kamu melawat Aku” (Mat 25:36), ungkapan inilah yang senantiasa bergejolak dan membakar seluruh jiwanya serta dipegang teguh sebagai motto hidup. Ia mewariskannya menjadi motto kongregasi dan karya-karyanya. Kiranya Motto ini mendorong
Spiritualitas Hidup FSE A. Semangat dan Motto FSE Kekayaan Spiritualitas dan khazanah hidup FSE terungkap dalam motto: “Ketika Aku sakit kamu melawat Aku” (Mat.25:36), semangat yang menekankan lawatan hati. Pendekatan dan tindakan medis tidak diabaikan, namu inti kehidupan dan pelayanan kongregasi adalah lawatan hati dan sentuhan jiwa. Lawatan hati digerakan dan dikuatkan oleh daya yang
Mat 13:44 “Hal kerajaan surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu”. Allah perlindungan dan harapan kami, tanpa Engkau tiada suatupun yang baik lagi suci. Hari ini kami akan memulai pekerjaan harian, kami mohon terangilah pikiran dan
Tahun 2021 ini, Kongregasi FSE wilayah Keuskupan Agung Medan, melaksanakan Retret Tahunan pada bulan Juni – Juli tahun 2021 dengan tema: Menjadi Oase Penyembuh dan Pembawa Harapan di Tengah Dunia Milenial Pembimbing: P. Harold Harianja, OFM Cap Cuplikan Materi Retret “Oase menjadikan diri, komunitas “tinggal” dan komunitas “karya” hadir dan bekerja lebih unggul dan lebih
TANGAN KANAN TUHAN “Tangan kanan Tuhan telah memperlihatkan kekuatan. Tangan kanan Tuhan telah membimbingku (Mzm 118:1,8-9,21-23,26,28cd;Ul:22)” Pengalaman hidup berjalan seiring berjalannya waktu, berjalan dari titik ke titik bergantian. Kekuatan waktu membawa kita kepada hal yang telah kita rencanakan maupun pada titik yang tidak kita rencanakan. Bahkan tanpa sadar kita bisa saja telah sampai pada titik
SELASA 29 Juni 2021; HR St. Petrus dan St. Paulus Kis. 12:1-11; 2Tim. 4:6-8,17-18; Mat. 16:13-19 “Pada hari ini, pada Hari Raya Santo Petrus dan Santo Paulus, saya memintamu untuk berdoa bagi Paus. Berdoalah dengan cara yang khusus: Paus membutuhkan doa-doamu!” ~ Paus Fransiskus
Sr. Maria Mathilda Leenders yang sebelumnya adalah anggota kongregasi Alles voor Allen, memulai kongregasi FSE dengan semangat penyangkalan diri yang kuat. Sr. Maria Mathilda Leenders, menanggapi permintaan Mgr. Henricus Van Beek dan tergerak oleh keprihatinan akan penderitaan masyarakat yang kemudian diikuti oleh satu suster (Sr.M. Anna van Dun), kedua suster ini dengan berani memutuskan untuk
Kongreasi Fansiskanes Santa Elisabeth (FSE) diawali dengan keprihatinan dan kepedulian Mgr. Henricus Van Beek terhadap orang-orang sakit yang tidak diperhatikan. Mgr. Henricus Van Beek peka pada situasi dan setia pada gerakan Roh yang ada dalam dirinya. Ia membiarkan dirinya dikuasai oleh dorongan kasih Allah yang menunjukkan kepadanya suatu pengalaman iman yang terpaut pada penderitaan banyak
Santa Elisabeth dari Hongaria adalah seorang ratu yang bersahaja dan murah hati. Sejak kecil ia sudah ditunangkan dengan seorang raja. Pada usia remaja awal ia harus hidup sebagai puteri raja di istana calon suaminya yang mewah dan penuh dengan norma-norma kerajaan. Kebahagiaan bersama keluarga, kebebasan sebagai seorang anak dan remaja ia tinggalkan. Sebagai seorang ratu
Dalam menjalankan dan menghadirkan kasih penyembuhan kepada manusia, Yesus senantiasa ditemani oleh kelompok komunitas dua belas rasul. Persaudaraan FSE ibarat kelompok rasul-rasul yang dalam kebersamaan senantiasa saling mendukung, saling menyembuhkan dan bergandengan tangan mengarungi jalan panggilan yang tidak selalu gampang. Dengan iman, para rasul setia mengikuti Yesus kemanapun Dia pergi, kendati dalam banyak hal mereka
Kongregasi Fransiskanes Santa Elisabeth (FSE) mengikuti semangat Santo Fransiskus Assisi, yang berasal dari sebuah keluarga bangsawan cukup terkenal pada zamannya. Karena cinta kepada Yesus Kristus, Fransiskus memutuskan untuk meninggalkan seluruh kebahagiaan keluarganya (kemewahan, kekayaan, warisan, kehormatan dan kebebasan) untuk hidup dalam kemiskinan Tuhan. Cinta Fransiskus pada Tuhan telah mengubah hidupnya secara total, sehingga rasa jijik
Kamis, 24 Juni 2021 Yes 49:1-6 – “Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa” Kis 13:22-26 – “Dia akan datang kemudian dari pada aku. Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak” Luk 1:57-66.80 – “Menjadi apakah anak ini nanti?” Menjadi apakah anak ini nanti? Setiap kelahiran menpunyai makna dan sejarahnya tersendiri. Seperti kelahiran
Ia memiliki keberanian untuk mengemban peran kebapaan legal untuk Yesus, yang diberi-Nya nama sebagaimana dinyatakan oleh Malaikat: “engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” (Mat 1:21). Seperti diketahui, memberi nama kepada seseorang atau sesuatu di antara bangsa-bangsa kuno berarti memperoleh keanggotaannya seperti Adam dalam Kitab Kejadian (bdk. 2:19-20).
SEMAKIN BAHAGIA DAN MEMBAHAGIAKAN SESAMA (Sr.M. Yolanda Simarmata FSE) Mat 20 : 26 – 28 Yak 1 : 2 – 8 AD Ordo III Reg pasal 9 No. 30 Salah satu tulisan dari Paus kita ini yang sangat layak dibaca, dan akan tetap menjadi permenungan kita, MENJADI MANUSIA YANG BAHAGIA (yang telah alihbahasakan oleh Rm.
Kita tahu bahwa ia adalah tukang kayu yang rendah hati (bdk. Mat. 13: 55), yang bertunangan dengan Maria (bdk. Mat. 1:18; Luk. 1:27); seorang “laki-laki yang adil” (Mat 1:19), selalu siap sedia untuk melakukan kehendak Allah yang dinyatakan kepadanya dalam Hukum-Nya bdk. Luk 2:22.27.39) dan melalui keempat mimpi (bdk. Mat 1:20; 2:13.19.22). Sesudah perjalanan panjang
DENGAN SEBUAH HATI BAPA: yakni bagaimana Yusuf mengasihi Yesus, yang oleh keempat Injil disebut sebagai “Anak Yosef.” [1] Dua Penginjil yang telah menyoroti tokoh ini, Matius dan Lukas, menceritakan sedikit, namun cukup untuk menjelaskan bapa seperti apakah dirinya dan misi yang dipercayakan kepadanya oleh Allah sang Penyelenggara ~ Surat Apostolik Patris Corde (SAPC) Paus Fransiskus.






















