Murah Hati Sebagaimana Bapa di Surga Kamis, 9 September 2021 Kol. 3:12-17; Luk. 6:27- 38 Orang-orang Katolik harus mengampuni, mencintai, dan memberkati musuh-musuh mereka, untuk menjadi sempurna sama seperti Bapa di surga yang mengasihi dengan sempurna. Misteri kehidupan Kristen adalah mengasihi musuh dan berdoa untuk mereka yang menganiaya kita. Kita perlu memohon rahmat dari Tuhan […]
Category: Renungan
Selasa, 10 Agustus 2021; Pesta St. Laurensius, Diakon dan Martir 2Kor. 9:6-10; Yoh. 12:24-26 Saudara/ saudari yang terkasih Ada ungkapan klasik yang berbunyi, “Mati satu tumbuh seribu”. Ungkapan ini hendak memberi harapan bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya. Ternyata kematian tidak berarti selesai, habis, berakhir, melainkan dapat bermakna harapan baru setelah kematian, “mati satu
Rabu, 4 Agustus 2021 Peringatan St. Yohanes Maria Vianney Bil. 13:1-2a,25-14:1,26-29,34-35; Mat. 15:21-28 Percaya Kepada Allah, itulah yang mendasari hidup Santo Yohanes Maria Vianney. Pada 8 Februari 1818, Pastor Yohanes Maria Vianney mulai menyadari karyanya di Paroki Ars. Di satu pihak ia sungguh menyadari bahwa kemampuannya tidak seberapa bila dibandingkan dengan beratnya tugas menggembalakan umat Allah; tetapi
TUHAN TOLONGLAH AKU Selasa, 3 Agustus 2021 Bil. 12:1-13 dan Mat. 14:22-36 Saudara/i yang terkasih Hari ini kita disapa oleh Tuhan melalui injil santo Matius tentang Yesus yang berjalan di atas air. Kata ke-pe-de-an sudah menjadi kata yang biasa digunakan walaupun tidak punya arti. Kata itu sebenarnya berasa dari kata percaya diri yang disingkat
Kongregasi Fransiskanes Santa Elisabeth (FSE) yang didirikan di negeri Belanda, 1 Agustus 1880 oleh Sr. Mathilda Leenders, genap berusia 141 tahun. “Ketika Aku sakit kamu melawat Aku” (Mat 25:36), ungkapan inilah yang senantiasa bergejolak dan membakar seluruh jiwanya serta dipegang teguh sebagai motto hidup. Ia mewariskannya menjadi motto kongregasi dan karya-karyanya. Kiranya Motto ini mendorong
Mat 13:44 “Hal kerajaan surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu”. Allah perlindungan dan harapan kami, tanpa Engkau tiada suatupun yang baik lagi suci. Hari ini kami akan memulai pekerjaan harian, kami mohon terangilah pikiran dan
Tahun 2021 ini, Kongregasi FSE wilayah Keuskupan Agung Medan, melaksanakan Retret Tahunan pada bulan Juni – Juli tahun 2021 dengan tema: Menjadi Oase Penyembuh dan Pembawa Harapan di Tengah Dunia Milenial Pembimbing: P. Harold Harianja, OFM Cap Cuplikan Materi Retret “Oase menjadikan diri, komunitas “tinggal” dan komunitas “karya” hadir dan bekerja lebih unggul dan lebih
Membahagiakan Sesama di Masa Pandemic Covid 19 Setiap orang ingin bahagia. Seseorang memilih jalan hidup yang berbeda-beda tentu ingin bahagia. Ada yang ingin menikah, ingin menjadi seorang dokter, suster, pastor, guru dan lain sebagainya tentu ingin bahagia. Bahkan seorang pemulung, buruh kasar atau anak jalanan tentu ingin bahagia. Kebahagiaan yang dimiliki setiap orang akan berdampak
TANGAN KANAN TUHAN “Tangan kanan Tuhan telah memperlihatkan kekuatan. Tangan kanan Tuhan telah membimbingku (Mzm 118:1,8-9,21-23,26,28cd;Ul:22)” Pengalaman hidup berjalan seiring berjalannya waktu, berjalan dari titik ke titik bergantian. Kekuatan waktu membawa kita kepada hal yang telah kita rencanakan maupun pada titik yang tidak kita rencanakan. Bahkan tanpa sadar kita bisa saja telah sampai pada titik
SELASA 29 Juni 2021; HR St. Petrus dan St. Paulus Kis. 12:1-11; 2Tim. 4:6-8,17-18; Mat. 16:13-19 “Pada hari ini, pada Hari Raya Santo Petrus dan Santo Paulus, saya memintamu untuk berdoa bagi Paus. Berdoalah dengan cara yang khusus: Paus membutuhkan doa-doamu!” ~ Paus Fransiskus
Kamis, 24 Juni 2021 Yes 49:1-6 – “Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa” Kis 13:22-26 – “Dia akan datang kemudian dari pada aku. Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak” Luk 1:57-66.80 – “Menjadi apakah anak ini nanti?” Menjadi apakah anak ini nanti? Setiap kelahiran menpunyai makna dan sejarahnya tersendiri. Seperti kelahiran
Ia memiliki keberanian untuk mengemban peran kebapaan legal untuk Yesus, yang diberi-Nya nama sebagaimana dinyatakan oleh Malaikat: “engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” (Mat 1:21). Seperti diketahui, memberi nama kepada seseorang atau sesuatu di antara bangsa-bangsa kuno berarti memperoleh keanggotaannya seperti Adam dalam Kitab Kejadian (bdk. 2:19-20).
SEMAKIN BAHAGIA DAN MEMBAHAGIAKAN SESAMA (Sr.M. Yolanda Simarmata FSE) Mat 20 : 26 – 28 Yak 1 : 2 – 8 AD Ordo III Reg pasal 9 No. 30 Salah satu tulisan dari Paus kita ini yang sangat layak dibaca, dan akan tetap menjadi permenungan kita, MENJADI MANUSIA YANG BAHAGIA (yang telah alihbahasakan oleh Rm.
Kita tahu bahwa ia adalah tukang kayu yang rendah hati (bdk. Mat. 13: 55), yang bertunangan dengan Maria (bdk. Mat. 1:18; Luk. 1:27); seorang “laki-laki yang adil” (Mat 1:19), selalu siap sedia untuk melakukan kehendak Allah yang dinyatakan kepadanya dalam Hukum-Nya bdk. Luk 2:22.27.39) dan melalui keempat mimpi (bdk. Mat 1:20; 2:13.19.22). Sesudah perjalanan panjang
DENGAN SEBUAH HATI BAPA: yakni bagaimana Yusuf mengasihi Yesus, yang oleh keempat Injil disebut sebagai “Anak Yosef.” [1] Dua Penginjil yang telah menyoroti tokoh ini, Matius dan Lukas, menceritakan sedikit, namun cukup untuk menjelaskan bapa seperti apakah dirinya dan misi yang dipercayakan kepadanya oleh Allah sang Penyelenggara ~ Surat Apostolik Patris Corde (SAPC) Paus Fransiskus.


























