Menjadi Berkat Bagi Sesama

Sir 5:1-8; Mrk.9:41-50

Hidup berdampingan, saling memperhatikan dan mengisi, menciptakan kebahagiaan bersama adalah pola hidup sejahtera dan damai versi Yesus. Kisah Injil hari ini, Santo Markus menampilkan beberapa ungkapan Yesus isinya penuh dengan nasehat atau ajaran moral.

Pertama “Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.” Berkaitan dengan menghargai pemberian orang lain.

Kedua “Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.” Berkaitan dengan pengajaran iman dan moral; agar mereka menjadi berkat bagi orang lain bukan membawa kesesatan, kesengsaraan dan penderitaan bagi orang lain.

Ketiga: Berkaitan dengan tangan-kaki dan mata harus menjadi sarana keselamtan-hidup. Jika tidak difungsikan secara baik dan benar, lebih baik dibuang.

Keempat: menjadi garam. Setiap orang akan digarami dengan api. Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.” Ajakan yang terakhir adalah bernada harapan agar para murid sungguh menjadi berkat, Sebagaimana garam memurnikan, mengawetkan dan menghasilkan rasa lezat bagi makanan, demikian pula para murid Kristus harus menjadi garam dalam dunia, di tengah masyarakat untuk memurnikan, mengawetkan dan membawa cita rasa Kerajaan Allah, yaitu kebenaran, damai, sukacita, keadilan dan belaskasihan.

Kita diajak menjadi orang yang berguna, orang yang membawa hidup dan kebahagiaan kepada orang lain. Kita mulai dari pembaharuan tugas dan tanggungjawab akan pendidikan dan penamanan iman dan moral kepada anak-anak; kita berjuang menjadi garam yang berguna: mempergunakan tangan kita untuk berbuat kasih, mempergunakan kaki kita untuk pergi mewartakan kabar sukacita Injil dan mempergunakan mata kita untuk melihat yang baik dan benar ~ RP Martin Nule, SVD