Panggilan Tuhan

DARI BUKIT CINTA, TURUN MEMBAGI CINTA

Selasa, 6 September 2022
Luk, 15:12-19

 

“Dan orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena daripadaNya keluar suatu kuasa dan kuasa itu menyembuhkan…”

Doa merupakan salah satu tema utama Injil Lukas. St. Lukas sering kali mencatat bagaimana Yesus Kristus menyendiri untuk memberi contoh kepada kita supaya berdoa di tempat tersembunyi, memelihara persekutuan dengan Allah setiap hari, lewat setiap langkah hidup kita karena  tanpa hal ini, jiwa kita tidak mungkin sejahtera. Yesus naik ke “bukit” untuk berdoa kepada Allah semalam suntuk sebagai persiapan untuk memilih kedua belas rasul dan untuk pelayanan selanjutnya, baik dalam pengajaran maupun penyembuhan orang sakit. Yesus dalam mengawali semua karyaNya selalu diawali dengan doa. Doa menjadi pusat kehidupan Sang Guru untuk melaksanakan karya Ilahi.

Di bukit itu ada cinta. Itulah bukit cinta yang selalu menjadi tempat Yesus berdoa, berkomunikasi dengan Allah Bapa-Nya.  Hari ini, di atas bukit, Yesus menyatakan cinta-Nya kepada orang-orang pilihan-Nya. Ia memilih dan memanggil mereka menjadi murid-muridNya. Pemilihan para rasul dilakukan di atas “bukit,” suatu lokasi yang di dalam literatur Yahudi sering dikaitkan dengan penampakan Allah dan pemberian wahyu Ilahi. Itu berarti, mereka dipilih atas kehendak Allah, yang Ia nyatakan kepada Yesus melalui doa. Dan pemilihan itu diawali dengan doa.

Setelah pemilihan itu terjadi, mereka turun ke tempat yang datar. Bukit, gunung adalah suatu tempat yang lebih tinggi dari yang lain. Bukit dan gunung memiliki simbol ‘peninggian otoritas,  melebihi yang lain. Yesus mengajak para muridnya untuk tidak berlama-lama di situ, mereka harus turun ke tempat yang datar. Tempat yang datar menjadi simbol kesamaan, kesatuan yang tak terpisahkan. Bukit, gunung adalah simbol Tuhan menyatakan cintaNya kepada umat pilihanNya. Cinta yang Tuhan nyatakan itu ternyata tidak hanya di atas gunung, atau bukit melainkan turun sampai ke tanah datar. Itu berarti cinta Tuhan tidak dibatasi oleh letak geografis, cinta Tuhan nyata bagi semua manusia yang percaya kepada-Nya.

Sesudah memilih kedua belas rasul, Yesus turun dari bukit bersama mereka. Melalui doa, Yesus diurapi dengan kuasa untuk pelayanan-Nya, baik dalam mengajar maupun menyembuhkan orang-orang sakit dari segala lapisan masyarakat. Kata yang sama, “menyembuhkan,” untuk penyakit fisik dipakai juga untuk pembebasan dari gangguan roh jahat. Bagi Lukas, kesehatan bukan hanya meliputi unsur fisik atau medis saja, tetapi juga unsur sosial dan spiritual. Orang yang sakit fisik   bisa mendapat penderitaan lain, yaitu disingkirkan masyarakat. Kesembuhan mereka berarti pulihnya kembali status dan fungsi sosial mereka dalam keluarga dan masyarakat. Maka di dalam kuat kuasa Roh Allah, Yesus mematahkan kuasa iblis, musuh utama dari karya penebusan dan pemulihan Allah, seperti ditandaskan Lukas  “dan semua orang itu disembuhkan-Nya.” Dan orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena daripadaNya keluar suatu kuasa dan kuasa itu menyembuhkan.

DARI BUKIT CINTA TURUN MEMBAGI CINTA. Saat ini, kita juga diajak untuk menyadari keberadaan hidup kita. Masing-masing kita mengalami pengalaman sakit yang berbeda. Sakit fisik, dan seterusnya… namun lewat sapaan Tuhan dalam injil Lukas, kita pun yakin bahwa Kristus sang Cinta itu sedang hadir untuk melawat kita lewat siapa saja yang mengulurkan tangan nya untuk membantu penyembuhan kita, para medis, keluarga yang mendampingi, semuanya itu merupakan perpanjangan tangan kasih Tuhan Yesus untuk menjamah dan menyembuhkan kita sehingga kita boleh mengalami kesehatan baik secara fisik maupun spiritual. Ketika kita percaya dan menyerahkan semuanya kedalam tangan kasih Tuhan, maka kita pasti akan mengalami kasih penyembuhan yang berasal dari Allah sendiri. Semoga Rahmat Tuhan senantiasa tercurah dalam diri kita setiap saat . Amin ~ Sr.M. Selestina Uduk FSE